×
500 Siswa Hadiri Festival Makin Cakap Digital di Depok

DEPOK - Sebanyak 500 siswa dari berbagai sekolah SMP di Kota Depok, Jawa Barat, mengikuti Festival Makin Cakap Digital 2023 yang digelar di Ronatama Convention Hall, Kota Depok. Program yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi itu berlangsung pada Kamis (15/6).

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan Kota Depok Muhammad Yusuf mengatakan terdapat empat ruang lingkup etika di dunia digital, yakni kesadaran, bertanggung jawab, harus jujur menghindari terjadinya plagiasi manipulasi, dan memiliki kebajikan terhadap orang lain.

“Dengan etika ini akan membuat adik-adik menjadi orang yang bijaksana, maka ikuti etika berinternet yang tadi sudah bapak sampaikan, dan etika digital ditawarkan sebagai pedoman bagi adik-adik bagaimana bisa menggunakan internet, menggunakan media digital secara sehat,” sebut Yusuf.

Penggiat Japelidi Head of Center or Publication dan juga LSPR Institute Xenia Angelica Wijayanto menyebutkan salah satu cara agar aman di media digital adalah dengan mulai menjaga identitas.

“Kita harus hati-hati. Jangan pernah mengumbar data pribadi di media sosial, pahami dan kenali siapa yang kita ajak berinteraksi, jangan gegabah memberikan informasi, karena bisa jadi orang yang ngobrol dengan kita mengakunya teman kita ternyata bukan, kemudian posting hal-hal yang positif atau menyebarkan hal kebaikan yang bisa menambah informasi orang lain dan itu akan berdampak baik pada diri kita,” ujar Xenia Angelica.

“Manfaatkan sisi positif dari media sosial. Jadi kita harus bisa membatasi diri kita di media sosial karena banyak banget hal-hal dimedia sosial yang baik dan juga buruk,” jelas Rifa Arhas.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Depok Agus Suprayitno menilai dalam dunia digital tetap harus memegang prinsip-prinsip etika.

“Sebelum meng-upload sesuatu atau mengisi konten-konten yang kreatif, lakukan sesuatu dengan sadar dan memiliki tujuan yang positif, tanggung jawab, yang di mana menanggung konsekuensi dari perilaku kita. Kemudian kita harus jujur dalam melakukan suatu hal, dan sebarkanlah sesuatu yang bermanfaat jadi berfirkir sebelum mengupload,” pesan Agus Suprayitno.

Pegiat Advokasi Sosial Ari Ujianto mengatakan agar terhindar dari rekam jejak digital, harus awas dalam membagi informasi, hapus komentar buruk di media sosial, buat password yang unik, dan lindungi data pribadi.

“Cara agar kita terhindar dari rekam jejak digital, stop over sharing, jangan dikit-dikit share, hapus komentar atau riwayat buruk di sosial media, kemudian buat password yang unik dan berbeda tiap akun, lindungi data pribadi, hati-hati, cerdas dengan jejak digital kita karena berdampak pada masa depan kita,” katanya.

Content Creator dan juga Key Opinion Leader Allysa Natalie mengajak para siswa untuk berpikir dua kali sebelum membagi sesuatu di media sosial. Selain itu, para siswa diminta tak hanya membagi konten karya orang lain, tetapi juga pengalaman diri sendiri sesuai fakta dan kredibilitas diri.

“Jadi, pastikan sosial media kalian jadi personal branding untuk bisa jadi portofolio kalian, pastiin jangan suka ngata-ngatain teman di kolom komentar karena itu bisa merugikan diri kalian sendiri dan ingat jejak digital itu nggak akan pernah hilang, jadi selalu pikir dua kali ketika kalian mau sharing sesuatu di sosial media,” tutupnya.